(REPOST) Let's Act!!

Hayo siapa yang g pernah dapet "pelajaran" membuang sampah pada tempatnya waktu masih TK atau SD?? Siapa juga yang masih sering buang sampah sembarangan??? Siapa yang suka kasi pemakluman bwt diri sendiri, bahwa yang dibuang tu cuma sampah kecil, g akan memberi pengaruh besar ko!! Atau pemakluman kalo ntar juga ada yang bersihin,,,siapa, siapa, siapa??

          Teman, bukan masalah besar atau kecil, ataupun masalah ada atau g yang ngebersihin. Tapi ini masalah mental,,,masalahnya adalah gimana kita bisa membangun budaya untuk cinta kebersihan, untuk memulainya dari diri sendiri, bukan nunggu orang lain untuk membersihkannya. Pelajarannya adalah bagaimana kita belajar bijaksana, meletakkan sesuatu pada tempatnya, bahkan dari hal yang sederhana. Setelah menikmati manfaat yang kita peroleh, kita juga wajib bertanggung jawab untuk meletakkan hal yang tidak termanfaatkan tersebut pada tempatnya. Kalopun memang g ada tempat sampah, simpan dulu sampah kita, biarkan sampah kita sampai pada tempatnya. Izinkan mental kita terbangun, mengalahkan rasa malas.
........
Daripada terus menerus mengeluh mengenai bencana lingkungan. Mulut berbusa mengutuk pencemaran yang dilakukan industri. Demo besar-besaran mengecam pemerintahan yang g becus ngurusin banjir dan eksploitasi alam. Akan lebih bijak untuk memulai dari diri sendiri, dari hal sederhana, dan menularkan hal sederhana ini pada yang lain. Masih banyak ko contoh dan hal lain yang bisa kita lakukan daripada sekedar marah-marah nambahin dosa. Jadi, Lets Act!!

1 komentar:

  • rover_arch | 17 Januari 2012 22.45

    Klo masalah buang sampah,saya pernah melihat dgn mata kepala sendiri.Orang naik mobil (mgkn bisa dikatakan berpendidikan lah ya) tiba2 menepi ke jembatan,dan dengan innocent-nya masukin sekresek sampah ke sungai.
    Bisakah kita mencontoh jepang ya?di sana udh ga bermasalah dgn cara buangnya,tapi udah pembagian sampah,mana plastik,logam,organik,...jadi lbh mudah pengolahannya.Ah..di sini aja kdg tempat sampah susah nyarinya,nah terus?ah..miris saya melihat realita ini.halah.

Posting Komentar